Menggapai
Pintu Emas
Apa
cita-citamu? Pertanyaan tersebut pasti banyak kita jumpai ketika seseorang
menanyakannya kepada kita, entah itu orangtua, guru, teman, dll. Dan jawaban
pertanyaan itu kebanyakan dari kita menjawab ‘Ingin menjadi orang sukses’. Ya,
memang setiap orang menginginkan kesuksesan, namun jawaban itu tidak spesifik.
Kata sukses itu luas, kalian ingin sukses dalam hal apa? Atau jangan-jangan
ingin sukses menjadi seorang teroris? Pasti tidak mungkin kan. Sukses itu butuh
target—sasaran, kita harus membidiknya dengan tepat agar tahu kemana arah
tujuan yang hendak kita capai, Karena tanpa tujuan itu tidak berarti apa-apa.
Sukses
membutuhkan suatu usaha kerja keras, disiplin dalam ber-Tuhan dan kehidupan.
Sukses tidak terjadi dengan sendirinya, atau karena kita melakukan sebuah
tindakan hanya sebatas permulaan dan tidak benar-benar ikhlas—Contohnya banyak
kita temui ketika menjelang pemilu caleg minggu lalu, atau di berita setelah
pemilu berlangsung, ada caleg yang meminta uangnya kembali karena ia tidak
memenangkan pemilu tersebut. Hal ini juga serupa dengan cara kita menggapai
kesuksesan, kita berdoa tanpa berusaha atau berusaha tanpa berdoa tidak akan
menghasilkan perubahan. Ke dua-duanya harus dilakukan dengan seimbang—tidak
bisa dipisahkan. Kita harus memanfaatkan setiap waktu yang ada, sumber daya
yang diberikan Tuhan kepada kita. Berpikir positif akan memengaruhi tindakan
kita, ibaratnya ketika kita selalu bangun siang saat tidur, namun ketika ada
janji yang harus ditepati, kita bisa bangun sangat pagi karena target kita, sementara
jika kita mengenakan kaos putih dan bersikap protektif untuk melindungi pakaian
kita dari kotoran, malahan sikap yang terlalu protektif itu membuat pakaian
kita menjadi ternoda. Semesta ada dalam genggaman, pikiran kita memengaruhi
segalanya—Praktik hidup dan belajar.
Untuk
itu, sesuai dengan Tema pelajaran hari ini “Success
is My Right*” kita harus membekali diri dengan mental yang kaya dan kuat. Kita
tidak hanya menjadi pengumpul teori-teori, akan tetapi kita harus menjadi sang
praktikum. Talk Less Do More—sedikit
bicara, banyak bertindak. Segala sesuatunya akan sukses dan terlaksana jika
kita sudah menerapkan praktik. Menggapai pintu emas, yang berarti kita telah
sukses dalam hidup. Saya juga teringat akan sebuah sajak yang dikutip dari
kisah petualangan Drualt:
“Langkah mengikuti langkah.
Harapan
mengikuti keberanian.
Hadapkan
wajahmu pada bahaya.
Hadapkan
hatimu pada kemenangan.”
Jika
kita cermati, sajak tersebut memiliki arti yang serupa dengan jalan sukses,
segala kesulitan adalah sebuah latihan. Sukses menunjukkan suatu keadaan di
mana kita mampu menghadapi kesulitan, hambatan, rintangan, dan tantangan baik
yang berasal dari internal dan eksternal.

Comments
Post a Comment