Sumber: Google.com
Belajar ilmu komunikasi tidak hanya melulu berkutat dengan interaksi dengan lawan bicara. Namun, karya desain dan lukisan juga termasuk ke dalamnya. Jika mempelajari jurusan disain komunikasi visual, kita akan dihadapkan dengan beragam aliran-aliran seni.
Sebelum memulai. Kita kenali dahulu beberapa aliran-aliran seni yang tidak termasuk ke dalam bagian desain.
Ada beberapa aliran seni lain yang
tidak berkaitan secara langsung dengan desain, yaitu:
1.
Ekspresionisme
Ekspresionisme muncul
pada tahun 1990-an ketika para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya
menonjolkan bentuk-bentuk objek.
Ekspresionisme adalah
aliran yang mengutamakan kebebasan dalam bentuk dan warna untuk
mencurahkan emosi atau perasaan. seorang seniman bebas dalam
mengekspresikan obyek nyata berdasarkan imajinasi dan perasaan.
Obyek-obyek yang dilukiskan ekspresionisme biasanya lebih menuju kepada
jenis emosi amarah dan depresi seperti kengerian, kekerasan, kemiskinan,
kesedihan.
Ciri Ciri Ekspressionisme
:
a)
Berupa
gambaran angan-angan misalnya
b)
Bebas
berimajinasi
c)
Gambarnya
tidak kaku dan monoton, terkadang terlihat aneh
d)
Melukiskan
aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun
tekanan batin.
Tokoh Ekspresionisme:
Vincent Van Gogh, Belanda
Affandi, Indonesia
2. Kubisme
Aliran kubisme
dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakan bahwa bentuk dasar
dari segala bentuk adalah silinder, bola, balok dan semua bentuk yang ada di
dalam di pengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu titik
tengah. Karya Picasso yang menjadi inspirasi kemunculan karya- karya kubisme,
karena motif geometris digunakan oleh Picasso.
Kubisme dapat dibagi menjadi 2 jenis:
1.
Kubisme Analitis
Pada periode analitis Braque maupun Picasso
masih terbelenggu dalam kreativitas yang terbatas, terpaku pada tiga
warna pokok dalam goresan-goresannya. Objek dianalisis, dipecah, dan
dipandang dari berbagai sudut kemudian dilukis atau dibentuk sekaligus.
Max Beckman "The Night"
2.
Kubisme Sintesis
Disini, karya idak lagi terpaku pada tiga warna pokok dalam
goresan-goresannya. Tema karya-karya dari sang seniman pun lebih variatif.
Dengan keberanian meninggalkan sudut pandang yang menjadi ciri khasnya
untuk beranjak ke tingkat inovatif berikutnya, seperti menggunakan teknik
kolase, misalnya menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar-gambar
poster dan lain- lain.
Fernand Leger "The Bagerman"
Tokoh Kubisme :
Picasso, Spanyol
“Weeping Women”
Mohtar Apin (1923
- 1994), Indonesia
“Orang Tidur”
Braque, Argenteuil, Val-d’Oise
“Women With Guitar”
Musse National d’art moderne, Prancis
ALIRAN DAN STYLE SENI YANG
BERKAITAN DENGAN DESAIN GRAFIS
1. Art
Nouveau
Nama Art
Nouveau diambil dari nama sebuah galeri untuk dekorasi interior yang
dibuka oleh Siegfried Bing di Paris di tahun 1895 yang bernama “Maison de
l’Art Nouveau”. Art Nouveau marak di Eropa dan Amerika pada tahun 1819
hingga menjelang perang dunia pertama (1914). Namun pendapat lain mengatakan
Art Nouveau berakhir pada tahun 1920 oleh klasisme pasca perang.
Art Nouveau adalah aliran seni rupa modern
yang kaya akan ornamen & asimetrik yang identik dengan karakteristik
tumbuhan yang berliuk-liukArt Nouveau sendiri muncul sebagai reaksi
terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap menghilangkan sifat
manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena
itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung tampil ‘berlebihan’ untuk
menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Selain itu
aliran ini juga percaya seni harusnya bekerja dalam harmoni untuk menciptakan
sebuah ‘karya seni yang total’ atau Gesamtkunstwerk. Gaya
ini diaplikasikan dalam seni, arsitektur, tekstil, pakaian, perhiasan, furnitur
serta perabot logam dan ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.
Pada awalnya
gaya Art Nouveau dimaksud sebagai sebuah seni yang dapat
dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun dalam kenyataannya
lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang
kaya.
Ciri-ciri Art Nouveau:
• Penggunaan
garis-garis sensual dan cahaya halus
• Tokoh
feminim dan rambut keriting
• Gaun
• Kurva
Tumbuhan dan daun willow
• Gelombang
memutar
• Rincian
geometris dan warna-warni
Tokoh Art Nouveau:
Gustav Klimt, Austria
“Potret Adele Bloch-Bauer”
Aubrey Beardsley, Inggris
“Peacock skirt”
Contoh Art Nouveau lainnya dalam gambar Walt
Disney:
2. Dadaisme
Dadaisme
lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I. Sifatnya dikatakan anti seni, anti
perasaan dan cenderung merefleksi kekasaran dan kekerasan. Karyanya aneh
seperti misalnya mengkopy lukisan Monalisa lalu diberi kumis, tempat kencing
diberi judul dan dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu
dan rongsokan barang-barang bekas.
Aliran
dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep aliran sebelumnya. Aliran ini
mepunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum seni yg telah berlaku. Ciri
aliran ini sinis, nihil dan berusaha meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar
belakangi oleh perang dunia pertama yg tak kunjung berhenti. Perang yg tak
kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di muka
bumi, sehinga pandangan dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni.
Tokoh Dadisme:
Paul klee, Switzerland
“Flower Myth”
Max Ernst, German
“Elephant”
3. Art
Deco
Art
Deco adalah gaya populer yang dimulaidari 1920 hingga akhir dekadenya di tahun
1939. Art Deco banyak digunakan pada design arsitektur, idustri, interior, seni
grafis dan film, sertafesyen. Art deco sendiriberasaldaripameranpadatahun 1925
di yang berjudul “Paris exposition des Art Decoratifset Industries” di
kota Paris, Perancis.Dalam pengertian lain, Art Deco merupakan gabungan dari
beberapa gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, yang didalamnya terdapat
Konstruktsionisme, Kubisme, Moderenisme, Bahaus, Art Nouveau, danFuturisme. Art
Deco sangat terkenal apabila dilihat pada design alat transportasi seperti
mobil, pesawat terbang, dan kapal laut sehingga dianggap sebagai symbol
modernitas. Meskipun banyak muatan politik atau filsafat di dalam ArtDeco,
namun secara murni Art Deco memiliki sifat dekoratif. Pada eranya, gaya ini
dianggap anggun , fungsional, dan ultra modern.
Ciri dan Karakteristik
Art Deco:
Art
Deco dikarakterkan dengan penggunaan bahan-bahan seperti aluminum, stainless
steel, pernis, inlaid wood (kayu hias), kulit hiu, dan kulit zebra.
Penggunaan yang tegas dari bentuk bertingkat, sapuan kurva (tidak berliku-liku
seperti Art Nouveau), pola-pola chevron , dan motif pancaran matahari.
Gaya art deco diangap
sebagai gaya yang berwawasan luas tentang pandangan dekorasi modern dipengaruhi
oleh berbagai macam sumber, seperti :
·
Awal pekerjaan arsitek Wiener Werkstätte; desain industri
fungsional, dengan akar pada akhir abad ke 19;
·
Awal pekerjaan dan pikiran dari Weimar Bauhaus menyangkut
tahap penunjukkan dirinya di dalamnya.;
·
Pahatan dan keramik gaya Yunani jaman kuno perancangan
semakin sedikit mendekati periode kuno;
·
Bentuk fractionated, kristal dari dekoratif kubis
dan futuristic;
·
Fauve, warna palet;
·
Bentuk yang menjengkelkan dari gaya radikal Neoklasik memacu
terbentuknya gaya art deco: Boullée, Schinkel;
·
Art deco sering dihubungkan dengan musik Jazz;
·
Motif binatang dan bentuk daun-daunan tropis, ziggurats, kristal, sunbursts,
motif air mancur yang disesuaikan mode;
·
Gaya art deco juga mempengaruhi penampilan wanita, yaitu
gaya atletik luwes "modern", rambut wanita yang dipotong pendek
menandakan gadis modern tahun l920-an;
·
Tahun teknologi mesin dimana ditemukan radio dan pemancar.
Tokoh Art Deco:
AM, Cassandre
Jean Carlu
4. Pop Art
Seni
Pop atau Pop Art mula-mula berkemang di Amerika pada tahun 1956. nama aslinya
adalah Popular Images. Seni ini muncul karena kejenuhan dengan seni tanpa obyek
dan mengingatkan kita akan keadaaan sekeliling yang telah lama kita lupakan.
Dalam mengambil obyek tidak memilih-milih, apa yang mereka jumpai dijadikan
obyek.
Bahkan
bisa saja mereka mengambil sepasang sandal disandarkan diatas
rongsokan meja kemudian diatur sedemikian rupa dan akhirnya dipamerkan.
Kesan umum dari
karya-karya Pop art menampilkan suasana sindiran, karikaturis, humor dan apa
adanya.
Tokoh Pop Art :
Tom Wasselman,
Di
Indonesia yang menganut aliran ini adalah seniman-seniman yang memproklamirkan
diri sebagai: “Kaum Seni Rupa Baru
Indonesia”.
5. Post
Modern (Neo Dada)
Post
modern adalah gerakan budaya, dimulai oleh seniman dan arsitektur di NY, USA
tahun 1960an, kemudian menjalar ke Eropa tahun 1970, diawali oleh
pemikir-pemikir Perancis.
Derrida, Foucault dan Baudrillard mengatakan,“Postmodern adalah bentuk radikal dari kemodernan yang
akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teori”. Sedang David
Graffin, berpendapat bahwa postmodernisme adalah koreksi
beberapa aspek dari moderinisme.
Post modern sebagai
gaya percampuran yang berkaitan dengan:
·
Ingatan kesejarahan (terutama dalam arsitektur)
·
Permasalahan setempat / lokal
·
Metafora dan ambiguitas
Ciri-ciri post modern:
· Hilangnya batas antara seni dan kehidupan sehari-hari,
karena seni tidak lagi bercerita, melainkan mengeksplorasi hakekat realitas
membuat karya-karya eksperimental percaya pada keterpecahan jiwa manusia;
· Musik dianggap bergerak dalam waktu, waktu dianggap bersifat
dinamis, ruang dianggap bersifat statis;
· Tradisi-tradisi lama dimunculkan kembali;
· Semua yang dibicarakan oleh post modern adalah non seni,
tetapi kemudian bisa diterapkan pada seni, karena tidak ada batas-batas antara
seni dan non seni;
· Karya seni dianggap daur ulang saja yang sifatnya eklektis
(campuran) antara barat dan timur.
· Kedalaman pemikiran tidak dipentingkan lagi, cukup pemikiran
dangkal saja;
· Realitas dapat dipindahkan ke dalam gambar, jadi yang
penting adalah gambar (image) / kesan;
· Bentuk dan gaya lebih penting daripada isi/ kualitas seni.
Tokoh Post Modern:
John Watkins Chapman
Lukisan Banksydi Sungai Barat tembok
Israel (2005)
6. Surealisme
Surealisme
pada awalnya merupakan gerakan dalam sastra yang diketemukan oleh Apollinaire
utuk menyebut dramaya. Pada tahun 1024 dpakai oleh Andre Bizton untuk
menyebutkan corak dalam seni lukis. Dalam kreativitasya corak surrealis
berusaha membebaskan diri dari control kesadaran, menghendaki kebebasan yang
selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada realistis namun masih dalam
hubungan-hubungannya yang aneh.
Aliran
surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud
mengenai ketidak sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil
tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi.
Tokoh Surealisme :
Salvador Dali darl Andre Masson
Amang Rahman, Indonesia
“Ambang Cakrawala ”
7. Futurisme
Aliran
Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme
yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung menggambarkan
kesibukan-kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll.
Futurisme
merupakan aliran seni lukis yang mengimbangi segala sesuatu yang serba cepat
dan dinamis. Aliran ini mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi
dalam desain (artinya bahwa huruf digunakan sebagai lambang rupa untuk
menyampaikan suatu makna). Bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam
lukisan.
Ciri-ciri Futurisme :
·
Karya seni menangkap unsur gerak dan kecepatan;
·
Memanfaatkan prinsip aneka tampak atau ( multiple viewpoints
);
·
Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain;
·
Memperhatikan tentang kedinamisan , kedisiplinan, dan gaya
untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu;
·
Konsep ruang dan waktu melebur atau tidak ada;
·
Memiliki tema dinamisme universal;
·
Keadaan objek yang bergerak digambarkan secara berlebihan;
·
Bertolak pada sensasi optik, teknologi dan kehebatan
eksistensi mesin – mesin;
·
Membentuk gambar sintesa yang menunjukan fase – fase yang
berjajar;
·
Lukisan adalah rumusan artistik yang harus merekam
kompleksnya realitas. Memperlihatkan bentuk-bentuk realitas yang berbeda, yang
dekat dan yang jauh, benda-benda yang terlihat dan terasa, saling
menembus, dan digambarkan dalam waktu yang sama;
·
Penyatuan karakter dari elemen-elemen yang berbeda-beda
dalam sebuah acuan, dan penyusunannya karyanya sebagai suatu kesatuan;
·
Memiliki ide-ide seperti ketertutupan, ketidaksabaran,
ekstrim dalam hubungan langsung dengan nilai-nilai futuristik;
·
Karakteristiknya juga meliputi garis-garis yang tidak rata
yang mengkomunikasikan energy dari gerakannya;
·
Pandangan karya yang mementingkan masa depan.
Tokoh aliran ini antara
lain :
Carlo Carra
“The Red Horseman”
Umbirto Boccioni
La ciudad se levanta,
8. Psychedelic
Graphics
Kata psychedelic
berasal dari bahasa Yunani (psycho, artinya pikiran, jiwa, dan mental) dan
delic (delein, artinya memanifestikan, mewujudkan/merealisasikan). Secara
singkat bisa disebut "manifesti jiwa" ato
"soul-manifesting". Istilah Psychedelic sendiri berarti suatu keadaan
kejiwaan dimana orang mengalami halusinasi dan hilang kesadaran akibat pengaruh
dari luar, semisal obat-obatan. Pada era '60an, para seniman menggunakan
bantuan obat-obatan agar mencapai keadaan psychedelic, sehingga karya seni yang
tercipta dinamakan Seni Psychedelic.
Arti psychedelic
secara keseluruhan adalah sebuah hal/sifat yang berkaitan tentang mewujudkan
pola-pikir, menerjemahkan jiwa, dan merealisasikan “vision of mind”.
Karakteristik Psychedelic
:
·
Penggunaan warna yang mencolok, ramai, dan saling
bertabrakan;
·
Komposisi elemen yang saling bertabrakan, tidak teratur;
·
Banyak menggunakan bentuk tipografi dan elemen visual yang
meliuk-liuk;
·
Keterbacaan huruf relatif rendah;
·
Sering ditemui adanya ilusi-ilusi optikal;
·
Menggunakan tekstur-tekstur yang rumit;
·
Pengulangan motif;
·
Warna-warna cerah dan / atau sangat kontras.
Tokoh Psychedelic:
A.A Turbayne
William H bradley
Check on my instagram: @defanart07

























sangat membantu, terimakasih atas dokumen yang anda bagikan, semoga bermanfaat... amin...
ReplyDelete