Kadang, kita, orang tua, atau siapapun suka melabeli seorang anak dengan sebutan 'anak nakal', 'anak badung', 'anak jahil' dan lain-lain. Kadang sebagai orang tua, tanpa sadar juga bicara kalau anak mereka hiperaktif banget ya, ga bisa diam lari ke sana-sini.
So, sebagai orangtua atau entah siapapun, kita ga bisa langsung melabeli atau menjudge sang anak tersebut hiperaktif.
Apa sih hiperaktif itu?
Hiperaktif atau yang umum dikaitkan dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan yang menyebabkan seseorang menjadi terlalu aktif, tidak bisa berkonsentrasi, dan impulsif. ADHD sering kali muncul pada anak-anak kecil, akan tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya (Novianty, 2018.).
Ciri-ciri anak hiperaktif biasanya sulit berkonsentrasi, sering kehilangan fokus, kesulitan mengingat informasi seperti nama orang, nomor penting, alamat, dan sebagainya, bersikap impulsif, berkata-kata tanpa berpikir.
Nah, jadi merupakan hal yang wajar jika anak di usia balita suka sekali bermain, berlarian ke sana - ke sini karena hal tersebut merupakan segmen pertumbuhan dan perkembangan sang anak. Namun, bagi orangtua yang memiliki anak kurang aktif/pasif juga jangan khawatir karena setiap anak berbeda-beda.
Hiperaktif atau yang umum dikaitkan dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan yang menyebabkan seseorang menjadi terlalu aktif, tidak bisa berkonsentrasi, dan impulsif. ADHD sering kali muncul pada anak-anak kecil, akan tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya (Novianty, 2018.).
Ciri-ciri anak hiperaktif biasanya sulit berkonsentrasi, sering kehilangan fokus, kesulitan mengingat informasi seperti nama orang, nomor penting, alamat, dan sebagainya, bersikap impulsif, berkata-kata tanpa berpikir.
Nah, jadi merupakan hal yang wajar jika anak di usia balita suka sekali bermain, berlarian ke sana - ke sini karena hal tersebut merupakan segmen pertumbuhan dan perkembangan sang anak. Namun, bagi orangtua yang memiliki anak kurang aktif/pasif juga jangan khawatir karena setiap anak berbeda-beda.
Di sinilah peran orangtua sangat dibutuhkan, ketika sang anak bersikap atau berperilaku yang melebihi batas wajar, para orangtua harus sigap dan tanggap. Maka, perlu bimbingan dan konsultasikan dengan dokter spesialis anak.
Saat menegakkan
diagnosis ADHD, dokter akan memeriksa dan memastikan bahwa gejala tersebut
muncul selama minimal enam bulan. Harus terdapat enam (atau lebih) juga gejala
inatensi dan/atau hiperaktivitas dan impulsivitas lainnya.
Gejala-gejala tersebut di
antaranya anak tidak rapi, sulit mempertahankan konsentrasi, mudah
terdistraksi, gagal menyelesaikan tugas dan menghindari usaha yang
berkepanjangan, karena mereka cenderung cepat bosan. Mereka juga mudah lupa dan
sering kehilangan benda, tampak seperti tidak mendengarkan saat dijelaskan
sesuatu, dan tidak teliti.
"Dipastikan juga
gejala tersebut muncul sebelum anak berusia 7 tahun. Gangguan juga harus
terlihat paling tidak pada dua lingkungan, misalnya lingkungan rumah dan
sekolah," imbuh (Dharmawan, 2017).
Dukungan, perhatian dan
kesabaran ekstra memang sangat dibutuhkan bagi anak-anak hiperaktif atau anak
dengan special needs. Jika mereka difokuskan dan diarahkan kepada sesuatu
yang baik dan menjadi bakat atau potensi mereka, mereka akan cepat menjadi anak
yang sukses, karena anak hiperaktif itu cenderung penurut. Sama seperti 2 anak
laki-laki yang pernah saya temui, Michael dan Dimas.
Awalnya, saya khawatir jika mereka akan sulit menerima saya untuk dekat dengan mereka, namun dengan bantuan sang mama, mereka bisa menerima kedatangan saya yang saat itu mereka menjadi narasumber saya bersama mama mereka masing-masing. Pertama kali yang terbesit di benak saya adalah, para mama tersebut sangatlah hebat dan luar biasa. Aku sangat terharu mendengar kisah mereka, namun para mama punya tekad kuat dan kesabaran yang mungkin tak pernah aku bayangkan. Coba saja, jika anak kalian tengah malam masih terjaga, memanjat-manjat teralis kaca, pintu terbuka langsung berlarian ke luar, suka melakukan hal-hal ekstrim tanpa tahu itu hal yang berbahaya bagi mereka, ada sisi yang membuat mereka sangatlah aktif.
Tak ada usaha yang sia-sia, berkat kesabaran dan ketekunan para mama, mereka bisa menjadi anak yang hebat saat ini. Michael, yang kini duduk di bangku SMA dan memiliki cita-cita menjadi seorang pilot, telah menjadi juara karate dan ia berkeinginan untuk melanjutkan prestasinya tersebut di bidang karate. Dimas, yang dahulu kecil sangat usil dan melakukan hal-hal berbahaya hingga jarinya putus dan harus dijahit, kini menjadi juara olimpiade matematika dan menyukai seni kaligrafi.
Jadi, percayalah bahwa setiap anak pasti memiliki bakat dan potensi masing-masing serta jalan suksesnya sendiri. Hal yang menjadi tolok ukurnya adalah seberapa besar peran orangtua, maupun guru dan lingkungan di dalamnya, apakah mendukung? memberikan banyak kasih sayang atau mendorong motivasi anak untuk bertumbuh. Jika kalian tahu, banyak sekali tokoh-tokoh sukses yang juga memiliki kekurangan fokus (ADHD). Jika kalian pernah mendengar nama Michael Phelps, Will Smith, Michael Jordan, Justin Timberlake, Emma Watson, Paris Hilton, Adam Levine, bahkan Einstein pun diketahui memiliki sejarah ADHD karena dirinya sulit untuk fokus semasa sekolah.
Referensi:

Comments
Post a Comment