GHIBAH BERMANFAAT?


Sumber: Google.com


"Dia tuh begini deh orangnya. Kalo dia begitu. Dia tuh ...... Eh, ghibah kita"

Ga boleh ghibahin orang, padahal sendirinye ghibahin orang ya. Duh manusia, manusia. Tempat khilaf dan dose, dosa maksud aye. Ya, mau gimane lagi. Kita punya mulut sendiri yang ga bisa diajak kompromi, punya pikiran sendiri yang katanya bebas mandiri. Ya bukan kita yang ini itu punya satu set otak dan mulut yang sama yak hahah.

Kita ngomongin tentang ghibah. Tentunya sudah tau dong kita semua kalo ghibah itu dosa. Ghibah yang menurut artinya, yaitu membicarakan aib atau keburukan orang lain. Kalau menurut umat muslim nih ya, ini merupakan salah satu dosa besar yang tidak disukai sama Allah SWT. Nah loh. 🙊 Tutup mulut kan aye. Eh, terus gimana tuh kalo yang ada di tipi-tipi, gosip-gosip? 

Jadi gini, ghibah (menggunjing) ada 2 hukumya, yang mubah dan haram tentuya. Tapi pada dasarnya haram kayak contoh gosip-gosip yang beredar. "Biasalah!" Kalo orang-orang atau teman, kolega, bahkan sanak saudara yang suka ngebucin, eh salah maksudnya kalo kumpul aja ada bahan gosipan, suka gosipin ini itu. Ga ada kelarnya tuh bahan skripsian hidup pergossipan hahah. Lah, kalau ga tau kebenarannya jadinya fitnah dong. Bahaya kan. 

Ghibah yang diperbolehkan itu, macam kalo ghibahnya bermanfaat jika diperbincangkan untuk kepentingan publik. Eh kok bisa, ngomongin aib/keburukan orang bermanfaat buat publik. "Ya bisalah, mana ada yang ga bisa". Eh, sesuai konteks kebisaan ya, bukan berarti bohong juga bisa untuk kebaikan. Ou ou ou, tentu tidak. Karena bohong sendiri maknanya sudah negatif dan bukan untuk kepentingan publik.

Back to our topic. 

Yup, ghibah yang diperbolehkan itu termasuk sidang pengadilan, gibah kejahatan publik, peringatan publik, permintaan fatwa, dsb. Ingat, ini sebagai penanda, bukan olok-olok ya.

Dari pada kita mengucap amarah, umpatan, gosipin seseorang atau keluarin kata-kata kotor dari mulut kita yang abis pake lip balm trendy, lebih baik diam supaya terlihat sexy haha.. yang katanya diam adalah mutiara. (Aku maunya mutiara, ga mau emas. Aku udah ada emas-mas di rumah hahah) 

Tapi jangan kebanyakan diam juga, nanti jadi batu kerikil dah.

Jadi, ingat apa yg Allah firmankan.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? 

Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang," (Q.S. Al Hujurat [49]: 12).

Comments