SERANGGA CINTA [BAGIAN 1]

SERANGGA CINTA


Sejak kecil aku sudah menyukai hewan bernama serangga. Di rumah banyak sekali serangga koleksiku, mulai dari kumbang kecil, sampai kupu-kupu taman yang lucu-lucu. Aku mempunyai seorang sahabat yang juga menyukai serangga, ia bernama Grace. Lucunya, kami menjadi sahabat hanya dalam waktu 30 detik. Grace langsung menganggapku sahabatnya dan pertemuan ku dengannya itu juga karena serangga. Awalnya, mamaku tidak suka kalau sampai sekarang aku masih meneruskan hobiku, wajar saja aku ini anak perempuan semata wayang yang ia miliki, tapi lama-kelamaan mamaku setuju karena hobiku ini bukan hanya sembarang hobi karena lewat hobiku, aku bisa menghasilkan uang jajanku sendiri. Banyak temanku yang meremehkan hobiku ini, mereka pun menganggapku dan sahabatku cewek yang aneh. Cewek kok demen serangga.

Pagi ini, raut wajah Grace yang sebelumnya cemberut kembali berseri. Sudah seminggu ini ia sedih karena kehilangan anakan laba-laba tarantula berjenis Meksiko Redleg yang ku berikan saat ia datang pertama kali ke rumah ku. Aku pun menyapanya di ke jauhan. Setelah melihatku, Grace langsung saja berlari menghampiriku seperti anak tarantula yang menunggu datangnya makanan. “Hey Tanya, kemarin pas aku lagi bantuin bibi nyiram bunga di kebun belakang rumah, aku ngeliat ada sekumpulan keluarga laba-laba yang imut banget, mau liat ke rumah nggak?" Kata Grace sambil merangkul bahuku. “Eh, yang bener, aku mau liat dong.” Ucapku penasaran.

“Tan, aku masih ga enak nih sama laba-laba yang kamu kasih itu…” Grace menundukkan kepalanya. Aku bilang padanya untuk tidak merasa bersedih.
“Kamu janji dateng ya. Meskipun ini laba-laba liar, tapi aku lucu aja liatnya dan mau tunjukkin kamu… aku mau minta maaf juga. Aku tau kamu juga ga bakalan mau kalo aku gantiin laba-labanya pake uang. Itukan pemberian kamu…” papar Grace.
“Sebenernya aku sedikit sedih karena kamu udah ilangin pemberian aku. Tapi bener kok gapapa. Lain kali kamu harus jaga baik-baik ya.”
“huu…hu.. ia Tan. GomenneArigatou my best friend.” Grace memelukku dengan erat.

***

Comments