SERANGGA CINTA
“Udah-udah, aku bukan tipenya. Lagi pula kak Gilang udah punya
pacar di UK.” Aku kembali berkutat dengan laporanku yang sedikit lagi selesai.
“Yang bener?” Grace kaget. Tiba-tiba saja terdengar suara berdeham dari arah
pintu. Aku dan Grace terkejut. Ternyata itu adalah Kak Gilang. Grace penasaran
kenapa kak Gilang bisa masuk. Ia langsung menanyakannya. Kak Gilang menjelaskan
bahwa ia masuk atas izin mamaku. Ia sudah mengetuk pintu berkali-kali, namun
tak ada jawaban. Mamaku pun langsung menyuruh kak Gilang membukanya. Belum lama
menjawab, Grace memotong pembicaraan kak Gilang. “Eh kak, tadi denger ya
pembicaraan kita?” Ia pun langsung menempel di pundak kak Gilang sambil
mengguncang-guncangkan tubuh kak Gilang seraya menghujaninya banyak pertanyaan,
“Kakak belum ada yang punya kan? Belum kan? Yang dibilang Tanya tadi ga bener
kan? Ia kan?”
“Hm.” Ucap ka Gilang. Tak tahu mengapa, aku sedikit lega. Saat aku
bertatapan dengan kak Gilang, aku tersipu malu, kak Gilang pun memalingkan
wajahnya dari pandanganku. “Cepat kerjain tugasmu. Kalau sudah selesai, ayo
pulang sudah malam. Kakak tunggu di depan ya.” Kata kak Gilang seraya
meninggalkan kami berdua. Grace berbisik padaku dan berkata bahwa wajahku dan
wajah kak Gilang sama-sama memerah. Dia bilang, kami tersipu malu. Hari ini
rasanya aku ingin meledak-ledak karena malu.
***

Comments
Post a Comment